Pernah
tidak, merasa merasa kesepian di tengah kebisingan?
Seperti
saat ini.
Semua
pelanggan datang bersama orang-orang terkasih.
Aku
sendiri membawa tas yang penuh dengan buku.
Lugu-lugu
membuka kotak tipis berwarna putih yang kubawa.
Yang
di dalamnya kusimpan berbagai kisah dan juga kenangan.
Aku
memeluk diri sendiri.
Terkadang,
kisahku sendirilah yang menemaniku.
Deretan
kata-kata itu, mampu menjinakkan sepiku.
Kotak putih itu
mampu membuka banyak lembar tentang kehidupan yang lalu.
Mungkin aku tak
sanggup mengungkit.
Tetapi jemariku
hapal betul dimana ia tersimpan.
Aku tidak sedang
menggalaukan kesepianku.
Aku hanya
terkadang bosan, melakukan rutinitas seperti ini.
Terpaksa datang,
pura-pura memesan minuman, sebenarnya hanya jaringan internet cepat yang
kubutuh untuk segala tugas-tugasku.
Mungkin saat ini
aku lupa bahwa di luar sana banyak yang kehausan, kelaparan, tak punya
siapa-saiapa, sementara aku di sini masih mampu melepas dahaga, mampu
mengerjakan tugasku, ditemani dengan buku-buku yang untuk membelinya saja aku
butuh menghabiskan uang-uangku.
Di balik
kebosanan ini, kutemukan sebuah kalimat pada timeline tumblrku,
“Akankah kamu berani untuk
memberitahuku jika suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintaiku lagi?” - Would you tell me? // A. W.
(via surat-pendek)
Inginnya kuajukan pertanyaan ini,
tetapi untuk siapa?
Aku tidak tahu.
Chaca Milk Tea Candi Gebang, 24
Februari 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar