17/02/18

Masih Ada Anak - Anak Baik



Hari itu sebab berhalangan saya menunggu di selasar masjid.

Dengan buku terbuka dalam genggam saya dan sebotol minuman teh rasa markisa di samping saya.

Sayup-sayup suara azan mulai terdengar bersamaan dengan riuhnya langkah kaki-kaki kecil menuju masjid.

Dengan postur tinggi yang berbeda-beda mereka bercengkrama memasuki area masjid.

Entahlah, anak-anak itu membicarakan apa.

Bukan karena saya tak begitu pandai berbahasa jawa.

Tetapi, saya lebih tertarik mendengar suara azan.

Begitu terdengar iqamah, tak terlihat lagi anak-anak itu di selasar.

Mereka telah masuk ke dalam bersatu dengan jamaah lainnya.

Hening. Hanya suara imam. Dan samar-samar suara kendaraan dari kejauhan.

Ternyata masih ada anak-anak baik.

Baik karena mau tertib mengikuti jamaah. Baik karena sudah mau ke masjid.

Meski setelah salam, kembali saya mendengar gurauan dan canda tawa mereka.

Seketika selasar ramai kembali dengan aksi kejar-kejaran mereka.

Dan saya hanya bisa tersenyum,

“Bacaan saya sudah sampai halaman berapa tadi, ya?”


Piyungan, Yogyakarta, 16 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar