Terkadang saya
kecewa mengapa orang lain tidak bisa seperti itu pada saya.
Sementara saya
bisa seperti itu pada orang lain.
Lantas saya
berpikir, mengapa tidak saya saja yang menjadi orang lain itu?
Saya pikir, saya
mungkin sudah menjadi orang lain yang diinginkan oleh diri saya terhadap orang lain.
Mengapa saya
terus berharap meski saya tahu akan kecewa?
Mengapa saya
tetap menunggu bahkan saat saya sama sekali tidak tahu akhirnya seperti apa?
Mengapa saya
tetap di sini padahal ingin sekali beranjak?
Mengapa saya
tidak memutuskan padahal tak terlihat juga bahwa tengah berpikir untuk mempertahankan?
Dan masih banyak
mengapa - mengapa yang lain yang pada akhirnya untaian hikmah dari Imam
Sibawaih El-Hasany menjawab dalam sebuah bukunya,
“Ketahuilah, yang membuatmu bingung selama
ini adalah sebab kebiasaanmu memecah perhatian kepada selain Allah. Engkau
menduakan hatimu sehingga engkau tidak bisa tenang menjalani hidupmu. Bukankah
Allah tidak menjadikan dua hati dalam satu jiwa?!”
Kadang-kadang
inilah mengapa saya senang membaca, seringkali saya temukan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang terus menari dalam benak saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar