“Siapa yang bisa berhasil menceramahi diri
kita selain diri kita sendiri?” – Kak Reksi
True! Think again about this. Lihat, ambil
contoh yang gampang saja. Kebanyakan selebriti yang memutuskan hijrah karena
mendapat hidayah melalui “ceramah” dari dalam diri mereka sendiri. Batin mereka
yang berbicara. Beberapa mengatakan bahwa mereka bermimpi melihat diri mereka
telah meninggal dunia sementara bekal akhirat mereka belum cukup dan mereka
menyesal dengan apa yang selama ini diperbuat. Ada juga musisi yang berhijrah
sebab teringat kematian sebelum pesawaatnya lepas landas ke daerah tempat dia
akan manggung, dan masih banyak cerita yang lainnya.
Lalu datang
darimana pikiran bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah salah? Adalah dosa?
Adalah maksiat?
Semua itu datang
dari pikiran mereka sendiri. Dari diri mereka sendiri.
Dalam pelajaran
logika, manusia posisinya disejajarkan dengan binatang. Bedanya apa? Manusia
berakal, sehingga dapat mengetahui yang mana yang salah dan yang mana yang
benar. Nuraninya tak mungkin berkhianat.
Ketika seseorang
berubah karena berusaha menjadi orang yang lebih baik, itu disebabkan bahwa ada
sebuah “ceramah” daam dirinya, atau ada interaksi antara ia dengan hatinya yang
mengatakan bahwa selama ini yang dilakukannya salah, tetapi ketika pikirannya
mengatakan bahwa benar maka yang terceramahi adalah benar, namun ketika pikirannya
menyadari bahwa ada yang salah, ada yang
keliru, dan hatinya mengatakan bahwa hal ini harus diperbaiki lalu ia menurut,
maka ia pun “terceramahi” oleh dirinya sendiri, bukan orang lain.
Maka dari itu
terkadang memang sulit menceramahi orang, tetapi jangan pernah menyerah. Kita
tak akan pernah tahu kapan hati dan pikirannya tersentuh pada saat keberapa
kalinya kita mengajaknya untuk kebaikan. Sekali lagi, bukan kita yang menyadarkannya,
tetapi dirinya sendiri yang mau berubah karena adanya interaksi hati dan
pikiran itu tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar