21/02/18

Diri Sendiri



“Siapa yang bisa berhasil menceramahi diri kita selain diri kita sendiri?” – Kak Reksi

True! Think again about this. Lihat, ambil contoh yang gampang saja. Kebanyakan selebriti yang memutuskan hijrah karena mendapat hidayah melalui “ceramah” dari dalam diri mereka sendiri. Batin mereka yang berbicara. Beberapa mengatakan bahwa mereka bermimpi melihat diri mereka telah meninggal dunia sementara bekal akhirat mereka belum cukup dan mereka menyesal dengan apa yang selama ini diperbuat. Ada juga musisi yang berhijrah sebab teringat kematian sebelum pesawaatnya lepas landas ke daerah tempat dia akan manggung, dan masih banyak cerita yang lainnya.

Lalu datang darimana pikiran bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah salah? Adalah dosa? Adalah maksiat?

Semua itu datang dari pikiran mereka sendiri. Dari diri mereka sendiri.

Dalam pelajaran logika, manusia posisinya disejajarkan dengan binatang. Bedanya apa? Manusia berakal, sehingga dapat mengetahui yang mana yang salah dan yang mana yang benar. Nuraninya tak mungkin berkhianat.

Ketika seseorang berubah karena berusaha menjadi orang yang lebih baik, itu disebabkan bahwa ada sebuah “ceramah” daam dirinya, atau ada interaksi antara ia dengan hatinya yang mengatakan bahwa selama ini yang dilakukannya salah, tetapi ketika pikirannya mengatakan bahwa benar maka yang terceramahi adalah benar, namun ketika pikirannya menyadari  bahwa ada yang salah, ada yang keliru, dan hatinya mengatakan bahwa hal ini harus diperbaiki lalu ia menurut, maka ia pun “terceramahi” oleh dirinya sendiri, bukan orang lain.

Maka dari itu terkadang memang sulit menceramahi orang, tetapi jangan pernah menyerah. Kita tak akan pernah tahu kapan hati dan pikirannya tersentuh pada saat keberapa kalinya kita mengajaknya untuk kebaikan. Sekali lagi, bukan kita yang menyadarkannya, tetapi dirinya sendiri yang mau berubah karena adanya interaksi hati dan pikiran itu tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar