13/09/18

Masa Depannya Semua Orang


Para manusia berlomba-lomba mengejar masa depan mereka, masa depan yang belum pasti terjadi dan tiada satupun yang mengerti kelak akan menjadi apa dan seperti apa diri ini. Mereka melakukan investasi besar-besaran untuk dunia, berlomba-lomba menyaingi manusia lainnya, tidak pernah puas dengan segala hal yang telah diperoleh, dunia terus berhasil membuat mereka penasaran, bertahan hidup dan mengejar mimpi menjadi motivasi yang besar bagi mereka, namun tiadakah mereka sadar? Ada masa depan yang sudah jelas dan pasti akan terjadi, sering kali pula sudah dipertontonkan di depan mata mereka, namun terus saja mereka berpaling, padahal mereka tidak bisa mengelak bahkan jika masa depan itu sudah menghampiri mereka, masa depan yang namanya semua orang juga sudah mengetahui, masa depan yang mari kita sebut “kematian”.

“Dan kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad), maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal? Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu hanya dikembalikan kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya : 34-35)

Kematian adalah suatu kebahagiaan bagi orang yang beriman karena orang yang beriman akan mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, sedangkan kematian adalah azab bagi orang yang tidak beriman.

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi: 110)

Orang beriman bukanlah semata-mata yang Islam KTP-nya, tetapi seperti yang didefinisikan dalam Al-Quran tentang pengertian orang beriman adalah sebagai berikut.

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Haruskah kematian kita takuti, padahal dalam kematian kita akan mendapati rahasia keindahan Cahaya Ilahi. Begitu yang tertulis pada cover buku 40 Hari Menuju Kematian. Biarkan dulu saya selesai membacanya, semoga kelak ada waktu untuk mengulasnya. Mengulas kematian; hal yang pasti terjadi pada setiap masing-masing dari kita.

1 komentar: