17/04/20

#AprilProduktifDay17 : Rasa Bosanku yang Tak Penting


Hari-hari sibuk dan hari-hari membosankan serasa seimbang,
Kesibukan yang terjadi sesungguhnya hanya ada dalam isi pikiran,
Pikiran ini sungguh awul-awulan, untung saja isi pikiran tidak bisa dilihat langsung oleh kedua mata,
Bayangkan saja jika bisa, betapa depresinya mata kita,

Aku bergegas turun ke lantai Satu,
Mengambil mesin yang lengkap dengan gas dan rem itu,
Menuju angkringan di sebelah sekolah mewah yang anehnya terletak di lorong jalan yang sempit,
Sesampainya di angkringan lalu bertanya, “Sate kerang, keong atau ususnya masih ada, Pak?”

Destinasi lainnya boleh jadi aku malah menuju ke arah Tugu Yogyakarta,
Bila ini tentang masa lalu, aku sering berhenti duduk-duduk di sebelah tenggara tugu,
Bukan untuk numpang baca buku di perpustakaan jalanan kala itu,
Hanya saja lebih tertariik pada sesi diskusi masalah-masalah sosial yang terjadi pada waktu itu,
dan ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang nongkrong di situ,

Kalau masih belum puas, aku bisa menepi lagi,
Di depan gerobak wedang ronde,
Minuman kesukaanku sejak dulu hingga kini,
Tak usah diragukan lagi, nikmat disantap kala malam dingin,

Tentu saja itu semua mampu kulakukan jika covid-19 ini tak menghadang jalanku,
Sayangnya sudah sebulan ini aku di rumah saja, menjalani rutinitas yang sepertinya hanya itu-itu saja,
Aku sudah kehabisan akal untuk mengisi hari-hariku,
Mungkin aku akan membuat sesuatu yang baru lagi, semacam podcast yag bisa dinikmati lewat berbagai platform, salah satunya Spotify,
Tunggu tanggal mainnya dan tak masalah juga jika kau tak mau menunggu!

Bandung, 17 April 2020
Pernah menangis karena kebosanan,
Lalu berbicara tegas pada diri sendiri,
“Suatu saat akan kubayar semua rasa bosan ini!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar