Segala halnya menjadi berantakan
sejak Covid-19 bertamu ke negeri kita, tetapi jadilah manusia yang mampu
mengambil hikmah dari setiap kejadian yang Tuhan kirimkan untuk kita agar kita
tetap berimbang dalam memandang sesuatu, tak apa bila sekarang belum mampu menemukan
sebaris hikmah itu, tetapi semoga apa yang saya tuliskan berikut ini mampu membuat
kita semua berpikir ulang bahwa selalu ada hal-hal baik dari setiap kejadian
terburuk sekali pun.
Sadarkah bahwa kita mungkin menjadi mulai membiasakan diri dengan pola
hidup yang lebih sehat?
Ketika kita membaca berita,
diberitakan bahwa covid-19 tak bisa menyerang tubuh seseorang yang memiliki
imunitas tubuh yang kuat. Lalu, tanpa sadar kita mulai rajin membersihkan diri;
sering ganti baju, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, membersihkan
lingkungan, memotong kuku, dan lain sebagainya. Selain itu juga mulai memperhatikan
kesehatan diri; mengurangi begadang, istirahat menjadi cukup, pola makan diatur
sehari tiga kali tepat waktu, mengurangi minum es dan jajan di luar, bahkan
yang tadinya kita malas untuk mengonsumsi suplemen, kini mulai rajin mengonsumsi
segala jenis suplemen mulai dari vitamin C, habbatussauda
sampai madu.
Sadarkah bahwa kita mungkin menjadi lebih punya banyak waktu untuk
bercengkrama dan berbagi banyak hal dengan keluarga?
Ketika kita di rumah untuk
#StayAtHome, tanpa sadar obrolan dengan keluarga makin intens, makin tahu
kesukaan masing-masing, makin tahu ekspresi sedih, senang, dan amarahnya
anggota keluarga. Bukan hanya itu, ada kebersamaan yang jarang kita punya waktu
untuk membangunnya; seperti shalat berjama’ah, memasak bersama, makan bersama,
berjemur bersama, bekerjasama membersihkan rumah, dan masih banyak hal lainnya
yang sangat menyenangkan untuk dilakukan bersama-sama.
Mungkin saat ini menjadi kesempatan
untuk kita memberikan mata, hidung, mulut, telinga, dan kedua tangan serta kaki
kita sepenuhnya untuk keluarga; membantu apa-apa yang perlu dibantu di rumah,
mendengarkan apa-apa cerita yang hadir di rumah.
Meski sebagian orang harus menjalani
#StayAtHome sendirian di indekos, tetapi kita punya durasi waktu yang tetap
sama, melakukan video call adalah
suatu pilihan yang tak salah untuk dilakukan, tetap berkabar dengan orang di
rumah menjadi salah satu hal baik demi menjauhkan orang-orang di rumah dari
rasa khawatir terhadap kita yang menjalani #StayAtHome sendirian. Bagi yag
sendirian menjalaninya, kita bisa memanfaatkan waktu kita dengan melakukan
hal-hal yang tak pernah bisa kita lakukan saat rutinitas berjalan normal karena
begitu sibuknya; seperti mulai membereskan barang-barang yang tidak terpakai
lagi, membersihkan file-file tak penting di laptop yang hanya akan memakan
banyak memori, membersihkan sarang laba-laba yang makin megah di sudut-sudut
ruang, menyikat kamar mandi demi kebersihan bersama, menonton video-video yang
bermanfaat, dan masih begitu banyak hal yang bisa dilakukan saat menjalani
#StayAtHome seorang diri.
Sadarkah bahwa grup-grup alumni jaman sekolah dulu sampai grup geng-geng
kecil yang awalnya sepi seperti tanpa penghuni itu kini mulai hidup kembali?
Pandemi covid-19 melahirkan imbauan
#StayAtHome yang berarti juga mengehentikan rutinitas para orang sibuk, termasuk
mereka yang menjadi kawan lama yang dulunya sangat akrab dengan kita. Orang-orang
sibuk itu satu-persatu mulai menampakkan keberadaannya di dalam grup chat
akibat kegabutan dan efek kegilaan dari menghadapi badai covid-19 ini. Tak ada
obrolan yang lebih menarik di dalam grup selain obrolan tentang masa lalu yang
pernah sama-sama kami lalui, mulai dari mengingat aib teman sendiri sampai
sesuatu yang menjadi aib kita bersama. Apa yang kita tertawai adalah diri kita
sendiri. Ini adalah salah satu tips juga untuk memulai obrolan jika bingung
membuka percakapan dalam grup chat; lemparkanlah satu dua foto masa lalu untuk
memancing keributan di dalam grup, setelah para orang sibuk itu menampakkan
diri mereka, kita akan tahu bahwa kita sangat merindukan momen-momen seperti
ini, momen-momen kita bisa berbincang dan tertawa bersama, meski kini hanya
bisa di balik layar smartphone, ini
sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan. Teknologi kian berkembang, tak
ada alasan kau tak bisa menghubunginya! Sebelum ia benar-benar sudah tidak ada
lagi di dunia.
Bandung, 2 April 2020
Mengisi April dengan hal-hal baik
dari dalam ruang
jadi sekarang grup chatnya udah rame wkwk?
BalasHapusApakah punyamu tidak rame?
HapusYaaaaaa lumayanlah, wqwq.
HapusRindu bertemu dospem bisakah ditelfn? Haha
BalasHapusTelpon aja kalo berani, wkowkwowowk.
HapusBeda sekali dengan grup saya yang malah tambah sepi, sepertinya penghuninya lagi pada sibuk menemani kasur dan bantalnya yang selama ini ditinggalkan.😂
BalasHapusWah.... Barangkali orang-orangnya tetap punya banyak urusan yg perlu dikerjakan, ya.
Hapusalhamdulillah. grup komik saya yang awalnya ngegosip sekarang membahas soal kesehatan karena ada temen yang anak farmasi. haha
BalasHapusAlhamdulillah hikmah corona, kalau kata Pak Ubed. Wkwk.
Hapusiyap, mungkin saat ini memang sepertinya momen tepat untuk memberikan mata, hidung, mulut, telinga, dan kedua tangan serta kaki, wkwk
BalasHapusIyaaah. 😂😂😂
Hapus