Pernah suatu malam saya dan teman-teman seasrama mabit
di gedung belakang masjid kampus UNY. Gedung tersebut masih rangkaian dari
lingkungan masjid. Lalu pada pagi harinya, kami pun menunaikan ibadah shalat
subuh di masjidnya. Waktu itu, jamaah shalat subuhnya tidak terlalu banyak, tak
sebanding dengan masjidnya yang cukup besar. Suasana subuh berlangsung dengan
hening dan hanya terdengar suara sang imam yang memenuhi seluruh ruang dalam
masjid. Dan kamu tahu suaranya seperti apa? Sebuah suara yang mampu membuat
merinding bahkan sampai ingin menangis karena saking bagusnya lantunan ayat
suci yang disuarakannya. Sepertinya, imam tersebut memang merupakan imam yang
dikontrak oleh pihak masjid untuk memimpin shalat subuh, magrib, dan isya.
Sepulangnya dari mabit, saya ngobrol dengan seorang
teman kamar. Niatnya ingin mengekspresikan perasaan kagum terhadap imam
tersebut, ya sekedar ngobrol aja.
“Mbak, tadi di masjid kampus UNY, suara imamnya bagus
banget, ya.”
“Iya, itu teman Mbak, Dek. Namanya Ali. Kamu mau dikenalin,
kah?”
“Hah?”
Obrolan seketika berhenti.
*Nama sang imam
disamarkan
Bandung, 27 April 2020
Ada-ada saja plot twist dalam hidup ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar