Alhamdulillah selama ini belum pernah mengalami
hal-hal horror sehingga tak ada pengalaman pribadi yang bisa diceritakan. Ya mentok-mentok
hanya dengar suara ketawa “hihihihi” tengah malam, yang mana bisa jadi itu
suara ketawa dari tetangga, begitu juga ketika sendirian di rumah mengira
orang-orang rumah sudah pulang ternyata belum, lantas tadi siapa yang salam dan
membuka pintu? Ah, mungkin itu suara dari pintu tetangga juga. Atau saat tengah
malam terdengar orang sedang mengocok-ngocok gelas di dapur, saya akhirnya
bangun untuk melihat ke dapur memastikan asal suara dan ternyata kakak saya
sedang membuat minuman. Okesip.
Pernah juga ketika ikut acara jurit malam mencari
suatu barang di perkuburan juga tak menemui pengalaman seram apapun, pun juga
ketika ikut acara makrab dan memutuskan untuk berdiri paling belakang dalam
barisan karena teman yang tadinya paling belakang sedang sakit dan saya takut
dia kenapa-kenapa. Kami berjalan dengan mata ditutup kain selayer. Begitu mata
dibuka kami sudah berada di tengah-tengah kegelapan, semak dan pepohonan di
sisi kanan dan kiri, jam sudah menunjukkan pukul tengah malam, sementara itu
suara musik gamelan terngiang-ngiang di telinga. Orang awam akan berpikir siapa
malam-malam begini masih bermain gamelan, tetapi penduduk setempat yang asli
Jawa akan merasa hal ini biasa saja saat musik gamelan terdengar dimana-mana
dan kapanpun.
Oleh karena itu saya langsung merekomendasikan saja
satu-satunya channel on Spotify yang
selalu saya dengar (saya baru download Spotify, jadi dulu dengarnya via Youtube)
yaitu “Do You See What I See”. Karena episodenya sudah sampai ratusan, langsung
saja saya rekomendasikan yang paling seram dan membekas di ingatan, tentunya
ini menurut saya, ya.
Pertama, podcast
dengan judul “First Love” yang diceritakan oleh Vey, yang merupakan kisah yang
terjadi pada dua puluh tahun yang lalu *ini saja sudah bikin bergidik* dan terdiri
dari dua part. Alasan terbagi menjadi dua part ini pun karena ada cerita yang
menarik di belakangnya, dimana salah satu pendengar tanpa disangka adalah salah
satu anggota keluarga dari kisah yang diceritakan sehingga membuat Vey akhirnya
melanjutkan ceritanya. Mungkin judul podcast-nya
amat manis, “First Love” tetapi siapa sangka justru kisah di baliknya sungguh
tragis. Asli tragis!
Kedua, menurut saya semua kisah horror yang bertema Ojek Online Ghost Story itu sangat
menyeramkan. Beberapa kisah yang masih membekas untuk saya adalah podcast dengan judul “Bali” yang
diceritakan oleh seorang gadis ojol. Kisah ini adalah pengalaman yang dialami
oleh temannya sesama driver ojek online, dan gadis ojol tersebut menjadi salah
satu saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Cerita ini cukup pilu sih
akhirnya, untung saja temannya ini selamat dari kejadian yang sangat di luar logika
tersebut meskipun berdampak buruk terhadap pekerjaan dan kesehatannya. Cerita lainnya
ada juga dari podcast berjudul “Taksi”
oleh Tanu Wijayatno. Mas Tanu ini menceritakannya dengan sangat enak, ceritanya
sangat horror karena memang channel
ini adalah channel dengan tema horror
(hahaha) intinya cukup plot twist,
sangat berdebarkan, tetapi berakhir dengan selamat sang driver yang mana adalah
Mas Tanu sendiri.
Jadi, selamat mendengarkan!
Bandung, 21 April 2020
Maaf, kalau ceritanya mungkin kurang seram,
Karena standar nyali orang beda-beda
Entah kenapa kalau ndengerin orang langsung cerita justru saya ga kepikiran, tapi kalo dengerinnya podcast gitu baru mulai udah serem banget mikirnya kemana mana. Kalo ndengerin do you see what i see gaberani sendiri wkwkwk:(
BalasHapuswkwkwk soalnya ada backsoundnya, mencekam :'D
Hapus