Akhirnya setelah
pergulatan batin yang cukup panjang, saya memutuskan untuk menutup akun
instagram saya karena ada beberapa hal yang tidak bisa saya kendalikan.
Terimakasih untuk 1,847 orang yang telah tertarik untuk mengikuti akun saya,
semoga selama ini ada manfaat yang bisa kalian petik dengan mengikuti akun
instagram saya. Terima kasih untuk 6 tahunnya, instagram! Begitu banyak waktu
yang saya habiskan hanya karena jemari dan mata saya terjebak di sana. Tetapi,
saya belum tahu akan berapa lama ini berjalan.
InsyaaAllah saya
akan tetap blogging seperti biasanya. Saya di sini hanya sebagai amateur writer
yang bermaksud menceritakan kisah-kisah inspiratif dari orang-orang di sekitar
saya, oleh karena itu perkenalkan label terbaru dalam blog saya “cerita
hijrah”. Saya paham, bahwa beberapa orang yang hijrah mungkin belum sampai ke
titik inti hijrah, demikian adanya pun diri saya tidak ada apa-apanya
dibandingkan orang-orang yang ada dalam cerita-cerita hijrah yang nanti saya
akan ceritakan. Namun, semoga para pembaca sekalian menemukan setitik kebaikan
dari apa yang disampaikan. Sekali lagi, saya hanya menuliskannya, bukan pemilik
kisahnya. Saya terkesan dengan kisah-kisah mereka sehingga saya memberanikan
diri meluangkan waktu yang saya punya untuk membagi kisah mereka di sini.
Seperti yang
pernah saya ceritakan sebelumnya, saya tidak leluasa menulis di story instagram
semata-mata bukan karena medianya yang memiliki batasan, melainkan karena
terlalu banyak penilaian yang begitu mencolok dan seringkali mengacaukan
pikiran saya. Saya tidak bisa berbohong bahwa saya tidak memikirkan pendapat orang
lain, karena itu tolong berhati-hati dalam segala tindak-tanduk kita bersosial
media, kita tidak pernah tahu perkataan kita yang mana yang menyakiti hati orang
lain sekalipun ia tak menunjukkan rasa sakitnya.
Meski sebenarnya
story instagram lebih memiliki pengaruh karena hanya dalam waktu 24 jam saya
bisa mengetahui bahwa ada sekitar 400 orang yang melihat postingan saya
tersebut. Namun, setelah mengumpulkan rasa percaya diri akhirnya muncul satu
persatu fakta bahwa postingan saya di blog juga menjadi konsumsi harian beberapa
orang, ini yang saya ketahui. Terima kasih yang banyak sekali!
“Setidaknya dengan menulis di blog, saya menjadi kenal
dengan orang-orang luar biasa
yang meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya.”
- #DiPenghujungPelukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar