04/06/18

Pelajaran Bersyukur Ada Dimana - Mana


Malam ini, ia terbaring lemah di sampingku,
Tertidur dengan kaos kaki yang terpasang dikedua kakinya
dan selimut yang menyelimuti sekujur tubuhnya

Ia,
Yang setiap hari kulihat senyumnya
Yang setiap hari menepuk pundakku,
Yang nyaris setiap hari pulang membawakanku roti di tangannya,
Yang nyaris setiap hari sebuah figura bertuliskan sertifikat sebagai pembicara dibawanya pulang,
Yang nyaris membuat kamarku sudah seperti perpustakaan karena buku-buku tebal yang dibelinya, mulai dari sejarah abad lalu, berbagai macam tafsir hingga buku-buku psikologi lengkap sudah ada di kamarku,

Yang beberapa tahun terakhir ini menjadi orang pertama yang kulihat kalaku hendak tidur
dan bangun kembali,
Yang saling mengingatkan untuk saling membangunkan,
Yang menjadi teman tidur hingga waktu telah larut,

Diantara 12.000 orang di dunia, hanya 4 orang yang menderita sakit langka ini,
Aku tak bisa menjelaskan tentang sakit yang dideritanya, begitu panjang ceritanya,
Tetapi karena sakitnya itu untuk mengangkat gayungpun ia tak mampu,


Maka, hal sederhana seperti hanya mampu mengangkat gayung adalah sesuatu yang begitu perlu untuk kita syukuri,
Di saat ada seseorang yang lain yang rupanya untuk mengangkat gayungpun ia tak mampu,
Apa lagi untuk mengangkat yang lebih dari itu,
Sebab tulangnya bisa patah kapan saja.

Yogyakarta, 2 Juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar