Malam ini, ia terbaring lemah di sampingku,
Tertidur dengan kaos kaki yang terpasang
dikedua kakinya
dan selimut yang menyelimuti sekujur
tubuhnya
Ia,
Yang setiap hari kulihat senyumnya
Yang setiap hari menepuk pundakku,
Yang nyaris setiap hari pulang membawakanku
roti di tangannya,
Yang nyaris setiap hari sebuah figura
bertuliskan sertifikat sebagai pembicara dibawanya pulang,
Yang nyaris membuat kamarku sudah seperti perpustakaan
karena buku-buku tebal yang dibelinya, mulai dari sejarah abad lalu, berbagai
macam tafsir hingga buku-buku psikologi lengkap sudah ada di kamarku,
Yang beberapa tahun terakhir ini menjadi
orang pertama yang kulihat kalaku hendak tidur
dan bangun kembali,
Yang saling mengingatkan untuk saling
membangunkan,
Yang menjadi teman tidur hingga waktu telah
larut,
Diantara 12.000 orang di dunia, hanya 4
orang yang menderita sakit langka ini,
Aku tak bisa menjelaskan tentang sakit yang
dideritanya, begitu panjang ceritanya,
Tetapi karena sakitnya itu untuk mengangkat
gayungpun ia tak mampu,
Maka, hal sederhana seperti hanya mampu
mengangkat gayung adalah sesuatu yang begitu perlu untuk kita syukuri,
Di saat ada seseorang yang lain yang rupanya
untuk mengangkat gayungpun ia tak mampu,
Apa lagi untuk mengangkat yang lebih dari
itu,
Sebab tulangnya bisa patah kapan saja.
Yogyakarta, 2
Juni 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar