“Tidak perlu iri pada rezeki orang lain.
Kamu tidak tahu apa yang telah diambil darinya.”
- @Raehanul_bahraen
Ini yang jarang
kita sadari bahwa tidak ada kehidupan seseorang yang benar-benar sempurna,
tidak ada pula keluarga yang benar-benar sempurna. Meski dari luar kita melihat
mereka nampak begitu harmonis dan sempurna, itu hanya karena Allah menutup
aib-aib mereka.
Pernahkah kau
iri dengan temanmu? Mungkin karena parasnya yang rupawan, hartanya yang
berlimpah, temannya yang banyak, atau apapun segala kebaikan dan rezeki yang
selalu datang padanya, tetapi mungkin kau tak pernah tahu bahwa ada sesuatu
yang teramat berharga telah Allah ambil darinya. Ia tak pernah bertemu dengan
ibu kandungnya, ibu kandungnya telah wafat saat melahirkannya. Ia sudah Allah beri
rasa kehilangan yang besar saat pertama kali ia lahir di dunia. Mungkin selama
ini kita mengira seseorang sebahagia itu, mungkin selama ini kita terlupa bahwa
tiap-tiap hidup manusia selalu berganti, ada masanya bahagia, ada pula masanya
air mata kesedihan. Manusia banyak sekali lupanya, banyak sekali
membangkangnya, banyak sekali pemaklumannya, banyak sekali dosanya. YaaRabb.
Dan jangan sampai kita mengambil hak (rezeki) orang lain, karena kita tidak akan mengetahui hak kita yang diambil sebagai pengganti.
BalasHapus