Sumber gambar : My Gallery
Kegagalan masuk
perguruan tinggi negeri kala itu terus membawa berbagai pelajaran dalam hidup
saya sampai hari ini. Waktu itu saya kecewa, tetapi saya berdoa,” Yaa Allah
jadikanlah aku hamba yang mudah untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian
yang Engkau takdirkan kepadaku.”
Meski saat itu
saya kecewa, saya paham bahwa suatu hari akan ada hikmah yang saya petik dari
setiap kegagalan dalam hidup saya, akan ada pesan cinta yang Allah titipkan
untuk saya di kemudian hari. Bukan sekarang, beberapa waktu kedepan pelajaran
itu akan saya rasakan. Jadilah saya berusaha menenangkan diri dengan melakukan
perjalanan ke beberapa kota, lalu kembali bangkit dengan belajar mati-matian
hingga di ujung waktu saya bertawakkal.
Waktu kegagalan
itu terjadi rasanya sangat menyakitkan. Saat itu, begitu banyaknya harapan saya
yang jatuh berserakan. Waktu itu sempat marah pada diri sendiri, marah karena
mengecewakan orang-orang di sekitar saya, utamanya kedua orangtua saya. Meski
mereka tidak pernah memperlihatkan hal itu dan tetap merangkul saya. Kegagalan
itu juga yang memantapkan hati saya agar tidak menautkan hati terlalu dalam
pada dunia. Berhasil masuk PTN hanyalah sebuah kesuksesan yang amat kecil,
hanyalah sebuah kesuksesan di dunia. Kegagalan tersebut pada akhirnya membuat
saya belajar untuk tetap tenang saat memperoleh kegagalan lainnya – yang masih
sama, yakni sama-sama kegagalan sebatas urusan di dunia. Toh, tidak lolos PTN
tidak berdosa. Justru seharusnya kita lebih kecewa pada diri sendiri, saat
shalat kita lalai karena urusan dunia, urusan kantor, urusan kuliah, urusan
mengerjakan tugas-tugas duniawi yang lainnya.
Kini kegagalan
dan waktu mencapai impian yang sempat meleset itu, membawa saya bertemu dengan
orang-orang yang luarbiasa. Jaringan pertemanan yang saya dapatkan sebab lulus
masuk PTN baru pada tahun berikutnya sangat klop dengan saya. Saya dipertemukan
dengan orang-orang yang mampu membantu saya dalam mewujudkan berbagai mimpi
saya. Saya mendapatkan teman-teman yang sevalue dengan saya, searah dengan
saya, secocok-cocoknya dengan saya, orang-orang yang bisa menerima saya apa
adanya, mendukung dan mempercayai saya. Begitu banyak waktu dalam hidup saya
yang berbelok, masa depan yang tidak seperti jalan yang pernah saya rancang sebelumnya,
tetapi rupanya dengan kegagalan yang saya raih itulah saya bertemu dengan orang-orang
yang luarbiasa pada waktu yang saya punya justru berbelok, menyimpang dari apa
yang pernah saya rencanakan sebelumnya. Sungguh, takdir Allah pasti baik!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar