21/04/20

#AprilProduktifDay21 : Podcast Terhorror!


Alhamdulillah selama ini belum pernah mengalami hal-hal horror sehingga tak ada pengalaman pribadi yang bisa diceritakan. Ya mentok-mentok hanya dengar suara ketawa “hihihihi” tengah malam, yang mana bisa jadi itu suara ketawa dari tetangga, begitu juga ketika sendirian di rumah mengira orang-orang rumah sudah pulang ternyata belum, lantas tadi siapa yang salam dan membuka pintu? Ah, mungkin itu suara dari pintu tetangga juga. Atau saat tengah malam terdengar orang sedang mengocok-ngocok gelas di dapur, saya akhirnya bangun untuk melihat ke dapur memastikan asal suara dan ternyata kakak saya sedang membuat minuman. Okesip.

Pernah juga ketika ikut acara jurit malam mencari suatu barang di perkuburan juga tak menemui pengalaman seram apapun, pun juga ketika ikut acara makrab dan memutuskan untuk berdiri paling belakang dalam barisan karena teman yang tadinya paling belakang sedang sakit dan saya takut dia kenapa-kenapa. Kami berjalan dengan mata ditutup kain selayer. Begitu mata dibuka kami sudah berada di tengah-tengah kegelapan, semak dan pepohonan di sisi kanan dan kiri, jam sudah menunjukkan pukul tengah malam, sementara itu suara musik gamelan terngiang-ngiang di telinga. Orang awam akan berpikir siapa malam-malam begini masih bermain gamelan, tetapi penduduk setempat yang asli Jawa akan merasa hal ini biasa saja saat musik gamelan terdengar dimana-mana dan kapanpun.

Oleh karena itu saya langsung merekomendasikan saja satu-satunya channel on Spotify yang selalu saya dengar (saya baru download Spotify, jadi dulu dengarnya via Youtube) yaitu “Do You See What I See”. Karena episodenya sudah sampai ratusan, langsung saja saya rekomendasikan yang paling seram dan membekas di ingatan, tentunya ini menurut saya, ya.

Pertama, podcast dengan judul “First Love” yang diceritakan oleh Vey, yang merupakan kisah yang terjadi pada dua puluh tahun yang lalu *ini saja sudah bikin bergidik* dan terdiri dari dua part. Alasan terbagi menjadi dua part ini pun karena ada cerita yang menarik di belakangnya, dimana salah satu pendengar tanpa disangka adalah salah satu anggota keluarga dari kisah yang diceritakan sehingga membuat Vey akhirnya melanjutkan ceritanya. Mungkin judul podcast-nya amat manis, “First Love” tetapi siapa sangka justru kisah di baliknya sungguh tragis. Asli tragis!

Kedua, menurut saya semua kisah horror yang bertema Ojek Online Ghost Story itu sangat menyeramkan. Beberapa kisah yang masih membekas untuk saya adalah podcast dengan judul “Bali” yang diceritakan oleh seorang gadis ojol. Kisah ini adalah pengalaman yang dialami oleh temannya sesama driver ojek online, dan gadis ojol tersebut menjadi salah satu saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Cerita ini cukup pilu sih akhirnya, untung saja temannya ini selamat dari kejadian yang sangat di luar logika tersebut meskipun berdampak buruk terhadap pekerjaan dan kesehatannya. Cerita lainnya ada juga dari podcast berjudul “Taksi” oleh Tanu Wijayatno. Mas Tanu ini menceritakannya dengan sangat enak, ceritanya sangat horror karena memang channel ini adalah channel dengan tema horror (hahaha) intinya cukup plot twist, sangat berdebarkan, tetapi berakhir dengan selamat sang driver yang mana adalah Mas Tanu sendiri.  

Jadi, selamat mendengarkan!

Bandung, 21 April 2020
Maaf, kalau ceritanya mungkin kurang seram,
Karena standar nyali orang beda-beda

2 komentar:

  1. Entah kenapa kalau ndengerin orang langsung cerita justru saya ga kepikiran, tapi kalo dengerinnya podcast gitu baru mulai udah serem banget mikirnya kemana mana. Kalo ndengerin do you see what i see gaberani sendiri wkwkwk:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk soalnya ada backsoundnya, mencekam :'D

      Hapus