Nina dan Hadiah Pemberian
Saya bukanlah
termasuk orang yang sering menerima hadiah dalam bentuk nyata, tetapi saya
adalah manusia yang senang mengganggap apa saja hal yang baik yang terjadi di
dalam hidup saya sebagai hadiah untuk diri saya. Ada satu hadiah dalam bentuk
nyata yang berkesan dalam hidup saya, sebuah rok hitam pemberian sahabat dari Ibu
saya.
Menilik kembali
masa lalu saya, dimana sehari-hari saat bepergian saya menggunakan celana jeans
yang kebanyakan sifatnya memang ketat dan membentuk lekuk tubuh. Sementara, rok
hitam itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu, saya masih enggan
menggunakannya. Rok hitam itu bukan rok hitam polos biasa, rok hitam itu
memiliki bordiran di bagian pinggir bawahnya. Selama ini saya tak berhasil
menemukan rok yang sama di tempat lain, begitupun dengan teman-teman saya yang
tertarik dan ingin membelinya juga. “Saya dikasih.” Ujar saya jika ada yang
bertanya beli dimana roknya.
Akhirnya setelah
lulus sekolah, saya menguatkan tekad saya untuk melepaskan celana jeans dan
menggantinya dengan rok. Rok hitam pemberian itu menjadi pintu awal bagi saya
menuju menggunakan berbagai jenis rok lainnya. Sejujurnya, rok hitam tersebut
telah menjadi rok favorit saya selama ini meski saya sudah membeli rok-rok
lainnya. Rok hitam pemberian itu begitu nyaman, lebarnya sesuai, saya masih bisa
melompat-lompat, tetapi juga tidak mudah terbang roknya, yang paling penting
adalah saat dijemur rok tersebut cepat sekali keringnya. Beberapa kali saat kecelakaan
juga saya tengah menggunakan rok tersebut, tetapi rok tersebut selalu berhasil
selamat tanpa sobekan, padahal seluruh lutut saya memar-memar. Sayangnya kini
ada sobekan kecil akibat tergores besi di motor saya.
Rok hitam
pemberian itu seolah tak tergantikan, rok hitam itu menjadi awal cerita saya
merubah diri saya. Saya tidak bilang bahwa saya telah berubah jauh lebih baik,
tetapi rok tersebut membawa kebaikan tersendiri sebab mampu membuat saya jatuh
hati dengan rok dan meninggalkan seluruh celana jeans yang saya punya.
Jadi,
teman-teman, rok tersebut adalah pemberian dari almarhumah Mbak Gumi, sahabat
dari Ibu saya. Ya Allah, saya sedih harus menuliskan ini. Saya masih ingat
senyumannya, tawa cerianya, binar matanya, hobinya merangkai pin sebagai hiasan
jilbab, juga cerita hijrahnya.
Mbak Gumi orang
baik, teman-teman minta doanya agar ia mendapat Jannah di sisi-Nya. Aamiin. Semoga setiap
kali saya menggunakan rok pemberian beliau, setiap kali itu juga pahalanya
mengalir memenuhi timbangan amal kebaikan beliau. Mbak Gumi, Nina rindu. Seluruh
pin jilbab pemberian Mbak Gumi, masih tersimpan rapi dalam laci di kamar Nina. Sampai
ketemu di Jannah-Nya, ya! Tolong cari Nina, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar