25/05/18

#MuslimahSinauProjectDay10 : Sebuah Hadiah Dari yang Terkenang


Nina dan Hadiah Pemberian

Saya bukanlah termasuk orang yang sering menerima hadiah dalam bentuk nyata, tetapi saya adalah manusia yang senang mengganggap apa saja hal yang baik yang terjadi di dalam hidup saya sebagai hadiah untuk diri saya. Ada satu hadiah dalam bentuk nyata yang berkesan dalam hidup saya, sebuah rok hitam pemberian sahabat dari Ibu saya.

Menilik kembali masa lalu saya, dimana sehari-hari saat bepergian saya menggunakan celana jeans yang kebanyakan sifatnya memang ketat dan membentuk lekuk tubuh. Sementara, rok hitam itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu, saya masih enggan menggunakannya. Rok hitam itu bukan rok hitam polos biasa, rok hitam itu memiliki bordiran di bagian pinggir bawahnya. Selama ini saya tak berhasil menemukan rok yang sama di tempat lain, begitupun dengan teman-teman saya yang tertarik dan ingin membelinya juga. “Saya dikasih.” Ujar saya jika ada yang bertanya beli dimana roknya.

Akhirnya setelah lulus sekolah, saya menguatkan tekad saya untuk melepaskan celana jeans dan menggantinya dengan rok. Rok hitam pemberian itu menjadi pintu awal bagi saya menuju menggunakan berbagai jenis rok lainnya. Sejujurnya, rok hitam tersebut telah menjadi rok favorit saya selama ini meski saya sudah membeli rok-rok lainnya. Rok hitam pemberian itu begitu nyaman, lebarnya sesuai, saya masih bisa melompat-lompat, tetapi juga tidak mudah terbang roknya, yang paling penting adalah saat dijemur rok tersebut cepat sekali keringnya. Beberapa kali saat kecelakaan juga saya tengah menggunakan rok tersebut, tetapi rok tersebut selalu berhasil selamat tanpa sobekan, padahal seluruh lutut saya memar-memar. Sayangnya kini ada sobekan kecil akibat tergores besi di motor saya.

Rok hitam pemberian itu seolah tak tergantikan, rok hitam itu menjadi awal cerita saya merubah diri saya. Saya tidak bilang bahwa saya telah berubah jauh lebih baik, tetapi rok tersebut membawa kebaikan tersendiri sebab mampu membuat saya jatuh hati dengan rok dan meninggalkan seluruh celana jeans yang saya punya.

Jadi, teman-teman, rok tersebut adalah pemberian dari almarhumah Mbak Gumi, sahabat dari Ibu saya. Ya Allah, saya sedih harus menuliskan ini. Saya masih ingat senyumannya, tawa cerianya, binar matanya, hobinya merangkai pin sebagai hiasan jilbab, juga cerita hijrahnya.

Mbak Gumi orang baik, teman-teman minta doanya agar ia mendapat Jannah di sisi-Nya. Aamiin. Semoga setiap kali saya menggunakan rok pemberian beliau, setiap kali itu juga pahalanya mengalir memenuhi timbangan amal kebaikan beliau. Mbak Gumi, Nina rindu. Seluruh pin jilbab pemberian Mbak Gumi, masih tersimpan rapi dalam laci di kamar Nina. Sampai ketemu di Jannah-Nya, ya! Tolong cari Nina, ya! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar