19/05/18

#MuslimahSinauProjectDay4 : Inspirasi Sepanjang Masa


Ayah

Kalau ditanya siapa sosok paling menginsipirasi yang pernah saya temui dalam hidup saya?

Tentu kedua orangtua saya. Sepasang kekasih yang begitu mengenal saya, begitu memahami saya, begitu banyak mengajarkan hal-hal baik, begitu selalu saya terinspirasi dengan sosok keduanya.

Namun, kala ini, saya kembali menuliskan sosok ayah saya.

Ayah kecil adalah seorang anak laki-laki yang tidak banyak bicara, namun selalu nyerocos tentang pelajarannya di sekolah begitu pulang ke rumah. “Bukannya cuci tangan, terus makan siang, tapi ayahmu itu terus saja cerita tentang pelajarannya di sekolah.” Cerita nenek saya.

Ayah kecil adalah seorang anak laki-laki yang senang membaca buku hingga menyebabkan di usianya yang baru menginjak sembilan tahun harus sudah menggunakan kacamata.

Ayah remaja adalah seorang anak laki-laki yang fokus dengan pendidikannya, tak pernah sekalipun ia membawa kekasih ke rumah, tak seperti saudara-saudaranya yang lain, begitu cerita nenek saya lagi.

Ayah remaja adalah seorang anak laki-laki yang tak ingin mengecewakan orangtuanya. Semangat bersekolahnya tinggi, hingga ia diterima di tempat kuliah bergengsi pada zamannya bahkan hingga sekarang. Ya, Ayah diterima di STAN!

Ayah dewasa adalah seorang anak laki-laki tanpa babibu. Begitu sederhananya Ayah jatuh cinta pada Ibu dan melamarnya tanpa perlu banyak janji dan drama.

Ayah menjadi Ayah adalah seorang anak laki-laki pekerja keras. Ayah berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam karirnya sebagai akuntan divisi investigasi. Ayah berkontribusi terhadap masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai acara bertajuk memberantas korupsi. Acara tersebut kebanyakan dihadiri oleh anak-anak muda bangsa.

Ayah menjadi Ayah adalah ia yang akan selalu bersikap jujur dan berhati-hati dalam pekerjaannya saat begitu banyaknya mereka yang ingin menyuap Ayah demi berubahnya angka anggaran dalam data yang ditemukan. Akan tetapi, Ayah tetap berdiri di atas prinsip dan nuraninya.

Kisah Ayah terus saja menginspirasiku untuk menuliskannya. Ayah adalah sosok laki-laki yang senang berjuang dalam hal pendidikan, karir, maupun dalam rumah tangganya.

Waktu itu melalui telepon ketika saya tidak lulus ujian, Ayah pernah bilang, “Ujian masuk perguruan tinggi, pekerjaan, gaji, pangkat, lulus TOEFL, mewakili departemen untuk keluar negeri, segala sertifikat internasional itu, semua itu hanya dunia. Kalau belum lulus ya tidak apa-apa.”

Kalimat itu sangat menenangkan. Ayah tak pernah menuntutku untuk berjuang sekeras perjuangannya. Beliau membiarkanku untuk tenang dan berpesan padaku bahwa itu semua hanya soal “mengejar dunia” yang bila belum tercapai, tidak apa-apa, ujarnya. 

Ayah, sosok yang begitu menginspirasiku sepanjang masa!
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar