Sumber gambar : Google
Saya senang
menulis apapun sejak kecil. Hingga ketika memasuki usia dewasa, saya mengenal
kalimat,“..Dan barang
siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam Islam, maka ia akan
memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi
sedikitpun dari dosa mereka.”
Saat itu yang tertangkap
di pikiran saya adalah pertanggungjawaban saya kelak di akhirat atas karya
saya, bagaimana? Semua yang kita kerjakan kelak diminta pertanggungjawaban,
tiada satupun yang luput. Seperti lirik dalam lagu Opick, “setiap mata hati tangan kaki akan jadi saksi, tiada dusta diri yang
tak terhakimi..” atau lirik pada lagu Chrisye, “Akan tiba hari mulut dikunci suara tak ada lagi..”
Saya terus
kepikiran hingga memutuskan memendam novel saya yang sudah saya poles sedemikian
rupa bahkan mengalami revisi berkali-kali. Padahal tidak mudah, memerlukan
riset kecil-kecilan untuk membuatnya, bolak-balik melihat kamus, perlu
berkali-kali searching web. Tetapi, apalah arti kesuksesan saya di dunia, bila
di akhirat ini akan menyakiti diri saya. Maka saya memutuskan untuk
menghentikan perjalanan novel ini.
Saya pernah
sampaikan kegalauan saya pada Allah, bagaimana begitu inginnya saya melahirkan
karya novel satu ini, memang tidak murni tentang kisah percintaan yang Allah larang
tetapi tetap saja ada unsur-unsur yang tak bisa dihindari, seperti tokohnya
tidak berjilbab, otomatis saya akan mendetailkan tokohnya, misal bagaimana
indah rambutnya dan hal kecil itu membuat saya bergidik bagaimana bila pembaca
laki-laki yang membaca tulisan saya ini membayangkannya, khawatir menjadi zina
pikiran.
Allah memberikan
jawaban atas doa saya. Ia yang menciptakan saya, Ia sangat mengenal saya lebih
dari siapapun di dunia ini, atas izin-Nya juga saya memilki passion ini. Saat kita
meninggalkan sesuatu karena Allah, percayalah bahwa Allah akan menggantinya
dengan yang lebih baik bahkan lebih dari yang kita pinta.
Allah memberi
saya kesempatan untuk terus menulis. Namun, kali ini bukan novel cinta-cinta
yang seringkali banyak hal haram yang samar di dalamnya, kali ini saya
menuangkan pikiran saya ke dalam buku cerita anak-anak. Tidak semudah yang
orang-orang pikirkan, kami melakukan banyak riset untuk project ini. Buku
cerita anak juga membutuhkan ilustrasi yang menarik. Kalimatnya harus dibuat
sesederhana mungkin. Kami membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membuat ini
menjadi terwujud.
Semoga kelak
saya memiliki keluarga kecil yang mendukung mimpi-mimpi saya, salah satunya menciptakan
perpustakan yang berisikan buku-buku karya saya untuk anak-anak agar mereka
terbiasa membaca sejak kecil sehingga mendukung pendidikan mereka ke depannya
untuk senang belajar karena mereka adalah generasi penerus bangsa! Semoga karya-karya
ini mampu merambat ke negeri lain, sebab saya ingin berkeliling dunia bukan
hanya sekedar keliling tetapi juga berbagi inspirasi lewat karya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar