Di malam kala
itu,
Seorang gadis
terlihat memasuki gerai ekspedisi suatu layanan pengiriman paket.
Seperti biasa,
salah satu rutinitasnya adalah mengantarkan orderan melalui berbagai jenis
ekspedisi, salah satunya adalah gerai ekspedisi tersebut.
Di sebelah utara
tempat itu, terlihat penjual jagung bakar sibuk menata arang.
Di sebelah
selatannya, ramai orang-orang bertandang ke resto siap saji yang ayam crispy menjadi menu andalannya.
Namun, apa yang
ada di seberang tempat itulah yang cukup menarik perhatian dan menyita
pikirannya.
Sebuah masjid
sederhana berada di sana.
Para Jemaah baru
saja menyelesaikan shalat Isya.
Satu persatu
Jemaah bergegas pulang, melanjutkan kesibukan dunianya kembali.
“Mungkinkah sekarang ini, jodohku juga
tengah bersujud kepada-Mu?”
“Mungkinkah ia tengah berada di salah satu
shaf pada salah satu rumah-Mu?”
“Mungkinkah di antara doanya ia tak lupa
menyisipkan namaku?”
“Mungkinkah ia merindukanku tetapi hanya
mampu mengeluh pada-Mu”
“Lalu, bagaimana denganku?”
“Aku, seseorang yang tak pernah tahu siapa
dia, bagaimana dia, dan hal-hal yang mungkin mengejutkanku di kemudian hari.”
“Kau tahu? Menunggu adalah juga berjuang. Kata
seorang teman.”
“Langit, ada kah doanya beradu di sana? Menyemarakkan
namaku kah?”
Yogyakarta, 2
May 2018
Dia ingin membeli jagung bakar, tetapi dia
tak suka jagung bakar.
Sama halnya, dia ingin mencintaimu, tetapi
dia tak tahu kau siapa? kau dimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar