04/05/18

"Ada kah Aku di antara Doanya?"


Di malam kala itu,

Seorang gadis terlihat memasuki gerai ekspedisi suatu layanan pengiriman paket.

Seperti biasa, salah satu rutinitasnya adalah mengantarkan orderan melalui berbagai jenis ekspedisi, salah satunya adalah gerai ekspedisi tersebut.

Di sebelah utara tempat itu, terlihat penjual jagung bakar sibuk menata arang.

Di sebelah selatannya, ramai orang-orang bertandang ke resto siap saji yang ayam crispy menjadi menu andalannya.

Namun, apa yang ada di seberang tempat itulah yang cukup menarik perhatian dan menyita pikirannya.

Sebuah masjid sederhana berada di sana.

Para Jemaah baru saja menyelesaikan shalat Isya.

Satu persatu Jemaah bergegas pulang, melanjutkan kesibukan dunianya kembali.

“Mungkinkah sekarang ini, jodohku juga tengah bersujud kepada-Mu?”

“Mungkinkah ia tengah berada di salah satu shaf pada salah satu rumah-Mu?”

“Mungkinkah di antara doanya ia tak lupa menyisipkan namaku?”

“Mungkinkah ia merindukanku tetapi hanya mampu mengeluh pada-Mu”

“Lalu, bagaimana denganku?”

“Aku, seseorang yang tak pernah tahu siapa dia, bagaimana dia, dan hal-hal yang mungkin mengejutkanku di kemudian hari.”

“Kau tahu? Menunggu adalah juga berjuang. Kata seorang teman.”


“Langit, ada kah doanya beradu di sana? Menyemarakkan namaku kah?”
 



Yogyakarta, 2 May 2018
Dia ingin membeli jagung bakar, tetapi dia tak suka jagung bakar.
Sama halnya, dia ingin mencintaimu, tetapi dia tak tahu kau siapa? kau dimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar