Sabtu, 05 Agustus 2017

Membunuh Nasihat



Aku kesal.
Hampir tiap malam seperti ini.
Ia muncul di tengah kegelapan ruang.
Dengan berjalan sempoyangan
dan menebar aroma yang kubenci di sepanjang jalan.

“Kapan kamu berhenti clubbing?”

“Kapan kamu berhenti memandang negatif kepadaku? Kapan kamu memandang sisi lainku?”

“Sisi lain? Misalnya?”

“Aku bermaksiat tapi aku tak pernah sekalipun mengajakmu maksiat bersamaku. Aku pergi clubbing, tapi tak pernah sekalipun aku mengajakmu clubbing bersamaku.”

Aku terdiam. Ia mendekat.

“Selalu ada cara bagaimana seorang hamba mendekatkan diri kepada Tuhan-nya.” Bisiknya di tengah keheningan malam, kata-katanya menjalar ke seluruh tubuhku, memenuhi ruang di otakku.

Ia selalu punya kalimat untuk membunuh segala nasihatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar