Jumat, 11 Agustus 2017

Tolong Jangan Meninggalkannya Dalam Dosa, Tuan!



Memang hijrahnya belum sempurna,
bukan berarti ia bisa direndahkan harga diri dan kehormatannya.

Mungkin ia masih sering memakai gincu di bibir dan bedak di pipi,
bukan berarti ia bisa direndahkan harga diri dan kehormatannya.

Mungkin ia masih enggan menggunakan kaos kakinya ketika hendak ke warung tetangga,
bukan berarti ia bisa direndahkan harga diri dan kehormatannya.

Mungkin jilbabnya belum melebihi pundak,
bukan berarti ia bisa direndahkan harga diri dan kehormatannya.

Mungkin ia masih mengenakan lengan pendek di hadapan ipar-ipar ayah dan ibunya,
bukan berarti ia bisa direndahkan harga diri dan kehormatannya.

Saat yang lain berlomba menginginkan pertemuan,
Kau tidak.

Saat yang lain berlomba menyebut cinta terang-terangan,
Kau tidak.

Saat yang lain tak sungkan katakan rindu sebab berjauhan,
Kau tidak.

Saat yang lain tanpa sadar telah melukai batin puan,
oleh sebab semacam dosa yang tak disadari telah berperan,
Kau tidak.


Keberadaanmu membuatnya sadar,
Bahwa masih ada yang meninggikannya,
Oleh karenanya, sebegitunya ia dibuat jatuh hati olehmu,
Olehmu yang meninggikannya.


Ia tak butuh apa-apa,
Ia hanya butuh untuk melihat kamu tetap di sana,
Bahwa kamu tidak kemana-mana,
Hanya siap menuju ke arahnya,
Pada suatu ketika.


Hei, Tuan!
Kuberitahu ya!
Setiap perempuan memandang harga diri dan kehormatan yang ia punya berbeda-beda,
Bila perempuan yang itu bisa kau sentuh, mungkin yang ini tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar